Gue membuat post ini karena ada temen gue yang ternyata menjadi pengagum rahasia, cerita post ini mengisahkan tentang si temen gue itu.
Mari kita simak.
"Pengagum rahasia, menurut beberapa orang adalah seseorang yang dengan sengaja mengagumi orang lain, tanpa adanya tindakan berarti.
Apalah artinya itu. Yang pasti gue pernah menjadi pengagum rahasia.
Kira-kira udah hampir 3 tahun gue menyandangkan predikat itu. Banyak hati lalu lalang melewati gue, tapi entah kenapa hati gue selalu menuju dia. Gue lebih memilih untuk diam walaupun kita udah berteman 1 tahun kebelakang ini. Gue ngerasa ada hal yang harus dijaga pada batas ini. Menahan rasa kayak gini walaupun pengen banget diungkapin.
Kalo liat dia dengan pacarnya, rasanya seneng banget ngeliat dia ketawa dan bercanda dengan pacarnya. Gue seneng karena udah ada yang bisa menjaga dia. Gue seneng jika dia bisa menemukan hati buat berlabuh. Senyuman gue disertai doa untuk dia, "mudah-mudahan kalian bisa awet".
Asiknya bisa dengan tulus mendoakan dia. Aneh ya gue? Biasanya kalo gebetan lagi sama pacarnya pasti cemburu. Tapi gue malah doain mereka biar awet. Hehehe
Gue lebih seneng bercanda tawa dengan dia tanpa beban sebagai teman, tanpa dia tau bagaimana perasaan gue. Dia mungkin menganggap gue hanya sebagai teman. Tapi bagi gue, dia adalah semangka merah gue. Kenapa semangka? Akan gue jelaskan dilain waktu.
Tapi sekarang, gue kesel. Kalo ada orang ngajak kumite, pasti gue layani, gue pengen luapin emosi gue.
Gue kesel jika gue udah merelakan dia dengan pacarnya, tapi pacarnya melukai dia. Seakan-akan doa gue gak ada artinya. Seakan-akan orang yang gue suka itu habis manis sepah dibuang.
Dia sakit hati, gue sakit pantat. Gue mau mukul pacarnya. Tapi gue sadar jika dia melihat gue melakukan itu, pasti dia akan kecewa. Dan gue siapa? Gue hanya pengagum rahasia dia. Yang bisa gue lakukan saat ini cuma bisa setiap saat menghibur dia, membuat dia lupa dengan yang dulu. Sambil gue tetap mengagumi keteguhan hati dia.
Apakah gue ini pengagum rahasia?" - Pengagum Rahasiamu
0 Komentar